Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
0

Sukses Berlusconi

Milanisti Zone Senin, 13 September 2010

Setelah tahun 1980-1983 terkena hukuman terlempar ke Seri B, Milan pada tahun 1986 dibeli pengusaha dan politikus Milan, Silvio Berlusconi. Tokoh satu ini berhasil menciptakan tim terbesar dalam sejarah sepak bola Eropa. Berlusconi menggaet pelatih Arrigo Sacchi sehingga mencuat. Selain itu, tiga orang Belanda Marco Van Basten, Ruud Gullit dan Frank Rijkaard dan bintang muda Italia, Roberto Donadoni diboyong untuk memperkuat Rossoneri.

Bersama Sacchi Milan memenangkan dua gelar Liga Champions pada 1989 dan 1990 serta satu Scudetto tahun 1988 dan dua piala Intercontinental. Rossoneri mencatatkan lini pertahanan Paolo Maldini, Mauro Tassotti, Franco Baresi, dan Alessandro Costacurta sebagai yang terbaik sepanjang masa. Kemudian Sacchi mundur pada 1992, karena mendapat tugas melatih tim nasional Italia. Ia digantikan Fabio Capello yang memberinya Milan empat gelar juara Seri A dalam lima tahun. Bukan hanya itu, satu gelar Liga Champions pun disumbangnya tahun 1994 setelah menghancurkan Barcelona 4-0 di final. Dia juga mengantarkan Milan dua kali runner-up.

Setelah membawa Milan meraih sukses, Capello pindah ke Real Madrid dan sejumlah  pelatih mengambil-alih tanpa banyak cerita gembira. Termasuk Oscar Tabarez, Sacchi (yang kedua), Capello (kedua kalinya), Alberto Zaccheroni dan Fatih Terim. Pelatih lainnya, Zaccheroni memang memberi scudetto pada 1999, tapi tim Milan yang diasuhnya bukan termasuk hebat. Angin perubahan datang ketika Carlo Ancelotti melatih Milan pada 2001. Dia mantan pemain Milan semasa pertama Sacchi melatih. Ancelotti membawa klub ini sukses luar biasa di Eropa. Antara 2003 dan 2007, Milan menang Liga Champions dua kali, mencapai final, semi final dan perempat final pada masing-masing tahun. Dia juga ikut andil mengangkat nama besar Kaka, Andrea Pirlo dan Andrei Shevchenko di pentas sepak bola Eropa.

Di tahun 2010 ini berkat Berlusconi Milan berhasil memboyong dua pemain besar, Ibrahimovic dan Robinho. Apakah kedatangan Robinho kembali menciptakan trio hebat, yang kini trio Brazil (Pato, Robinho, Ronaldinho)? Kita tunggu saja, mampu tidaknya Milan bangkit kembali menjadi raja Italia dan Eropa dengan kedatangan dua pemain ini. Yang jelas para milanisti berharap banyak Milan daapat meraih gelar tahun ini.
0

Sejarah AC Milan

Milanisti Zone Sabtu, 11 September 2010
Klub ini didirikan oleh dua orang ekspatriat Inggris , yaitu Herbert Kilpin dan Alfred Edwards dengan nama Klub Kriket dan Sepakbola Milan pada tahun 16 Desembaer 1899. Pada saat itu, Edwards menjadi Presiden klub pertama Milan dan Kilpin menjadi kapten tim pertama Milan. Musim 1901, Milan memenangkan gelar pertamanya sebagai jawara sepak bola Italia, setelah mengalahkan Genoa C.F.C. 3-0 di final Kejuaraan Sepakbola Italia. Pada 1908, sebagian pemain dari Italia dan para pemain dari Swiss yang tidak menyukai dominasi orang Italia dan Inggris dalam skuad inti Milan saat itu, memisahkan diri dari Milan dan membentuk Internazionale yang sekarang sering kita sebut Inter Milan.

Masa Grenoli

Pada dekade 50-an, Milan ditakuti di bidang sepak bola dunia karena mempunyai trio GreNoLi , yang terdiri atas Gunnar Gren , Gunnar Nordahl , dan Nils Liedholm. Ketiganya merupakan pemain asal Swedia. Gren dan Nordahl beroperasi di sektor depan sebagai striker, sementara Liedholm mendukung serangan sebagai penyerang bayangan (playmaker). Tim di masa ini juga dihuni oleh sekelompok pemain-pemain berkualitas pada masanya, seperti Lorenzo Buffon, Cesare Maldini, dan Carlo Annovazzi. Kemenangan tersukses AC Milan oleh Juventus tercipta 5 Februari 1950, dengan skor 7-1, dan Gunnar Nordahl mencetak hat-trick.

Era Nereo Rocco 

Milan kembali memenangi musim 1961/1962. Pelatihnya saat itu adalah Nereo Rocco, pelatih sepak bola yang inovatif, yang dikenal sebagai penemu taktik catenaccioGianni Rivera dan José AltafiniLiga Champions UEFA) dengan mengalahkan Benfica 2-1. Ini juga merupakan pertama kalinya sebuah tim Italia memenangkan Piala Eropa. (pertahanan gerendel/berlapis). Di dalam tim termasuk yang keduanya masih muda. Musim berikutnya, dengan gol Altafini, Milan memenangkan Piala Eropa pertama mereka (kemudian dikenal sebagai

Meskipun begitu, selama tahun 1960-an piala kemenangan Milan mulai menyusut , terutama karena perlawanan berat dari Inter yang dilatih Helenio Herrera. Scudetto berikutnya tiba hanya di 1967/1968, berkat gol Pierino Prati, topskor Seri A di musim itu, Piala Winners berhasil direbut ketika mengalahkan Hamburger SV, dan juga berkat dua gol dari Kurt Hamrin. Musim selanjutnya AC Milan memenangkan Piala Eropa kedua (4-1 untuk AFC Ajax), dan pada 1969 memenangkan Piala Interkontinental pertama, setelah mengalahkan Estudiantes de La Plata dari Argentina dalam dua leg dramatis (3-0, 1-2).

Scudetto kesepuluh dan Seri B

Di tahun 1970, Milan merebut tiga gelar Coppa Italia dan gelar Piala Winners kedua; namun, tujuan utama Milan adalah scudetto kesepuluh, yang berarti mendapatkan "bintang" untuk tim(di italia,setiap tim yang meraih 10 gelar mendapat bintang yang disemat di bajunya). Di 1972 mereka meraih semifinal Piala UEFA, kalah dari pemenang sesungguhnya, Tottenham Hotspur. Musim 1972/1973 mereka hampir memenangkan scudetto kesepulh, namun gagal karena hasil kalah menyakitkan dari Hellas Verona F.C. di pertandingan terakhir musim. AC Milan menunggu sampai musim 1978/1979 untuk meraih scudetto kesepuluh mereka, yang dipimpin oleh Gianni Rivera, yang pensiun dari dunia sepak bola setelah membawa timnya meraih kemenangan tersebut.

Namun, hasil terburuk datang kepada "Rossoneri": setelah memenangkan musim 1979/1980, Milan didegradasi ke Seri B oleh F.I.G.C, bersama S.S. Lazio, karena terlibat skandal perjudian Totonero 1980. Di 1980/1981, Milan dengan mudah menjuarai Seri B, dan kembali ke Seri A, di mana penyakit tersebut terulang di musim 1981/1982, Milan terdegradasi kembali.

Kedatangan Berlusconi

Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang pada 1986. Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan, Arrigo Sacchi, serta tiga orang pemain Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli.  

sumber: http://id.wikipedia.org/
Minggu, 19 September 2010
Pertandingan Berikutnya:
Milan vs Catania
 
Copyright 2010 Milanisti Zone