Sekarang Sedang Membaca

0

Legenda: Marco Van Basten

Milanisti Zone Kamis, 16 September 2010

Marco Van Basten lahir pada tanggal 31 Oktober 1964 di Utrecht. Dia bermain di klub lokal, EDO, pada umur 7 tahun. Setahun kemudian ia pindah ke UVV Utrecht dan pada umur 10 tahun ia bergabung ke klub pecahan Utrecht lainnya yaitu, Elinkwijk. Pada musim 1981-1982, Ajax mendapatkan tanda tangannya. Dia bermain di pertandingan pertama Ajax di bulan April dan mencetak gol debutnya saat menghadapi NEC dan Ajax pun melibas klub tersebut 5-0.

Di musim 1982-1983, Van Basten bersaing dengan top skor Eropa Wim Kieft untuk memperebutkan tempat utama di Ajax sebagai striker dan pada saat itu Van Basten membukukan 9 gol dalam 20 penampilan. Setelah Kieft hengkang ke Klub Serie-A, Pisa, di tahun berikutnya, Basten langsung mendapat tempat utama sebagai striker andalan Ajax. Van Basten pun menjadi top skor Liga Belanda dalam empat musim, yaitu pada musim 1983–84 sampai 1986–87 ia mengemas 117 gol dalam 112 pertandingan. Di musim 1985–86, dia mencetak 37 gol dalam 26 pertandingan liga ditambah enam gol saat bertemu Sparta Rotterdam dan lima gol saat bertemu Heracles Almelo dan meraih European Golden Boot (Pencetak gol terbanyak di Eropa). Marco juga mencetak gol di final UEFA Cup (Saat ini Liga Champions) saat bertemu Lokomotive  Leipzig di tahun 1987.

Melihat bakatnya itu, pada tahun 1987 itu pula, Silvio Berlusconi memboyongnya ke Milan. Tahun pertama Van Basten berjalan mulus, ia mendapatkan gelar Scudetto bersama Milan, akan tetapi pada saat itu ia hanya bermain sebelas kali karena mengalami masalah di ankelnya. Pada tahun 1988-1989, ia meraih gelar Ballon d'Or sebagai pesepakbola terbaik Eropa. Dia mencetak 19 gol di Serie A dan dua gol di final European Cup saat Milan bertemu Steaua Bucureşti. 

Di musim 1989–90, dia kembali menjadi Capocannoniere, pencetak gol terbanyak Serie-A, dan Milan sukses mempertahankan gelar European Cup setelah mengalahkan S.L. Benfica di pertandingan final. Milan menurun di musim 1990–91, Sampdoria lah tim yang merebut Scudetto itu dari Milan. Berlusconi pun memecat Sacchi dan merekrut Fabio Capello, dan Milan menjadi tim yang tak terkalahkan yang akhirnya berhasil merebut kembali Scudetto. Van Basten mencetak 25 gol di Liga dan menjadi Capocannoniere kembali.
 
Di November 1992, dia kembali menjadi pemain utama dan mencetak empat gol di Champions League. Gol datang saat bertemu tim Swedia, IFK Göteborg. Milan kembali menjadi tim yang tak terkalahkan di musim 1992–93 dan Van Basten kembali terpilih menjadi European player of the year, dan menjadi pemain ketiga yang meraihnya tiga kali.setelah Johan Cruyff dan Michel Platini.

Dia mengalami cedera ankle saat berhadapan A.C. Ancona. Dia kembali lagi untuk pertandingan terakhir Serie-A di musim tersebut, sebelum Milan kalah dari Olympique de Marseille di final Liga Champions. Pertandingan tersebut menjadi akhir perjalanan Marco Van Basten bersama Milan. Dia pernah mencoba untuk kembali selama dua tahun, akan tetapi cederanya membuatnya tidak mampu bermain maksmal dan pada tahun 1995, di usia 30 tahun ia memutuskan untuk gantung sepatu.

0 komentar:

Posting Komentar

Minggu, 19 September 2010
Pertandingan Berikutnya:
Milan vs Catania
 
Copyright 2010 Milanisti Zone