Tampilkan postingan dengan label The Legend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Legend. Tampilkan semua postingan
0

Legenda: Franco Baresi

Milanisti Zone Jumat, 17 September 2010

Baresi lahir pada tanggal 8 Mei 1960 di Travagliato, Brescia. Franco Baresi adalah pemain pertama yang nomor punggungnya (6) di pensiunkan di Milan. Baresi sudah ada di Milan sejak umur 17 tahun dan sama seperti Maldini, Baresi adalah milanisti sejati dan selalu royal. Terbukti karena selama karir sepakbolanya, Baresi selalu di Milan dan mencetak 531 penampilan serta mengemas 16 gol.

Baresi memimpin lini belakang Milan bersama Maldini, Costacurta dan Tassoti. Kuartet lini belakang itulah yang membuat lini belakang Milan menjadi sangat kokoh pada saat itu. Mungkin di masa itulah Milan memiliki lini belakang terbaik. Baresi bukan tidak pernah merasakan pahitnya di dunia sepakbola, bersama Milan, Baresi pernah bermain di Serie-B, kelas kedua di Italia, pada tahun 1981 dan 1983. Baresi pensiun dari Milan pada tahun 1997 saat berumur 37 tahun.
Bersama Milan, Bresi meraih gelar scudetto 6 kali (1979, 1988, 1992, 1993, 1994, 1996), European Cup 3 kali (1989, 1990, 1994), Intercontinental Cup 2 kali (1989, 1990), European Super Cup 3 kali (1989, 1990,1994), Italian Super Cup 4 kali (1988, 1992, 1993, 1994) dan Mitropa Cup 1 kali (1982).

Selain sukses bersama Milan, Baresi juga pernah sukses bersama tim Nasional Italia ketika Italia juara piala dunia pada tahun 1982 dan menjadi runner-up di piala dunia 1994. Baresi juga mencatat berbagai gelar individu diantaranya: European Silver Ball Footballer of the Year, Best Silver Player World of the Year IFFHS (1989), Top Scorer Italian Cup : (4 goals) Total (15 goals) Italian Cup, The Best Player of The Year Italian League (1990) dan yang terbaru pada tahun 2004 saat Baresi menjadi 100 pemain terbaik versi FIFA dan menjadi pemain terbaik Italia di abad-20 yang diberikan federasi sepakbola Italia FIGC.
0

Legenda: Marco Van Basten

Milanisti Zone Kamis, 16 September 2010

Marco Van Basten lahir pada tanggal 31 Oktober 1964 di Utrecht. Dia bermain di klub lokal, EDO, pada umur 7 tahun. Setahun kemudian ia pindah ke UVV Utrecht dan pada umur 10 tahun ia bergabung ke klub pecahan Utrecht lainnya yaitu, Elinkwijk. Pada musim 1981-1982, Ajax mendapatkan tanda tangannya. Dia bermain di pertandingan pertama Ajax di bulan April dan mencetak gol debutnya saat menghadapi NEC dan Ajax pun melibas klub tersebut 5-0.

Di musim 1982-1983, Van Basten bersaing dengan top skor Eropa Wim Kieft untuk memperebutkan tempat utama di Ajax sebagai striker dan pada saat itu Van Basten membukukan 9 gol dalam 20 penampilan. Setelah Kieft hengkang ke Klub Serie-A, Pisa, di tahun berikutnya, Basten langsung mendapat tempat utama sebagai striker andalan Ajax. Van Basten pun menjadi top skor Liga Belanda dalam empat musim, yaitu pada musim 1983–84 sampai 1986–87 ia mengemas 117 gol dalam 112 pertandingan. Di musim 1985–86, dia mencetak 37 gol dalam 26 pertandingan liga ditambah enam gol saat bertemu Sparta Rotterdam dan lima gol saat bertemu Heracles Almelo dan meraih European Golden Boot (Pencetak gol terbanyak di Eropa). Marco juga mencetak gol di final UEFA Cup (Saat ini Liga Champions) saat bertemu Lokomotive  Leipzig di tahun 1987.

Melihat bakatnya itu, pada tahun 1987 itu pula, Silvio Berlusconi memboyongnya ke Milan. Tahun pertama Van Basten berjalan mulus, ia mendapatkan gelar Scudetto bersama Milan, akan tetapi pada saat itu ia hanya bermain sebelas kali karena mengalami masalah di ankelnya. Pada tahun 1988-1989, ia meraih gelar Ballon d'Or sebagai pesepakbola terbaik Eropa. Dia mencetak 19 gol di Serie A dan dua gol di final European Cup saat Milan bertemu Steaua Bucureşti. 

Di musim 1989–90, dia kembali menjadi Capocannoniere, pencetak gol terbanyak Serie-A, dan Milan sukses mempertahankan gelar European Cup setelah mengalahkan S.L. Benfica di pertandingan final. Milan menurun di musim 1990–91, Sampdoria lah tim yang merebut Scudetto itu dari Milan. Berlusconi pun memecat Sacchi dan merekrut Fabio Capello, dan Milan menjadi tim yang tak terkalahkan yang akhirnya berhasil merebut kembali Scudetto. Van Basten mencetak 25 gol di Liga dan menjadi Capocannoniere kembali.
 
Di November 1992, dia kembali menjadi pemain utama dan mencetak empat gol di Champions League. Gol datang saat bertemu tim Swedia, IFK Göteborg. Milan kembali menjadi tim yang tak terkalahkan di musim 1992–93 dan Van Basten kembali terpilih menjadi European player of the year, dan menjadi pemain ketiga yang meraihnya tiga kali.setelah Johan Cruyff dan Michel Platini.

Dia mengalami cedera ankle saat berhadapan A.C. Ancona. Dia kembali lagi untuk pertandingan terakhir Serie-A di musim tersebut, sebelum Milan kalah dari Olympique de Marseille di final Liga Champions. Pertandingan tersebut menjadi akhir perjalanan Marco Van Basten bersama Milan. Dia pernah mencoba untuk kembali selama dua tahun, akan tetapi cederanya membuatnya tidak mampu bermain maksmal dan pada tahun 1995, di usia 30 tahun ia memutuskan untuk gantung sepatu.
0

Legenda: Frank Riijkard

Milanisti Zone

Pemain yang memiliki nama lengkap Franklin Edmundo Riijkard ini lahir pada tanggal 30 September 1962. Riijkard memulai karir sepakbola profesionalnya bersama Ajax pada umur 17 tahun, saat itu Ajax dilatih Leo Beenhakker. Pada tanggal 23 August 1980, Frank Riijkard memulai debutnya dan langsung menyumbangkan gol saat ajax mengalahkan klub Go Ahead Eagles 3-0 dan bermain 23 kali di tahun pertamanya serta mencetak 4 gol pada tahun pertamanya itu. Di musim 1981-1982 ia menyumbangkan trofi Liga Belanda atau Eredivisie bagi Ajax dan menjadi pemain belakang terbaik di musim 1982-1983. Riijkard bermain selama 7 musim di Ajax dan menempati berbagai posisi, diantaranya sebagai central defender (1981–82, 1982–83, 1984–85), right midfielder dan central midfielder (1985–86).

Selama periode itu ia mempersembahkan gelar Liga Belanda tiga kali (1981–82, 1982–83, 1984–85) dan Piala Belanda (KNVB-Cup) 3 kali (1982–83, 1985–86, 1986–87). Di musim 1986–87 dia memenangkan European Cup II (Cup Winners' Cup) bersama Ajax (Final: Ajax 1–0 Lokomotiv Leipzig). Namun pada musim 1987-1988 Riijkard terdepak oleh kepala pelatih baru Johan Cruijff karena mangkir latihan dan sejak itu ia disingkirkan dari line-up. Pada saat itu lah Sporting CP akhirnya meminangnya, namun Riijkard langsung dipinjam ke Real Zaragoza. Akan tetapi belum setahun bermain bersama Zaragoza, Riijkard langsung dipinang Milan.
 
Di Milan, Riijkard seperti terlahir kembali, ia bermain selama lima musim disana dengan di bimbing oleh Arrigo Sacchi sebagai pelatih Milan saat itu. Di Milan, Rijkard diberi posisi baru oleh Sacchi yaitu sebagai holding midfielder. Dan hasilnya, Rijkard memenangkan European Cup (1989 dan 1990) dan Serie-A pada tahun-tahun itu pula. Bersama Marco Van Basten dan Ruud Gullit, Rijkard menjadikan Milan tim terkuat di Eropa dan dengan mereka bertiga (Van Basten, Gullit dan Rijkard) Milan menjadi identik dengan legenda Trio Belanda.
Minggu, 19 September 2010
Pertandingan Berikutnya:
Milan vs Catania
 
Copyright 2010 Milanisti Zone