Pemain yang memiliki nama lengkap Franklin Edmundo Riijkard ini lahir pada tanggal 30 September 1962. Riijkard memulai karir sepakbola profesionalnya bersama Ajax pada umur 17 tahun, saat itu Ajax dilatih Leo Beenhakker. Pada tanggal 23 August 1980, Frank Riijkard memulai debutnya dan langsung menyumbangkan gol saat ajax mengalahkan klub Go Ahead Eagles 3-0 dan bermain 23 kali di tahun pertamanya serta mencetak 4 gol pada tahun pertamanya itu. Di musim 1981-1982 ia menyumbangkan trofi Liga Belanda atau Eredivisie bagi Ajax dan menjadi pemain belakang terbaik di musim 1982-1983. Riijkard bermain selama 7 musim di Ajax dan menempati berbagai posisi, diantaranya sebagai central defender (1981–82, 1982–83, 1984–85), right midfielder dan central midfielder (1985–86).
Selama periode itu ia mempersembahkan gelar Liga Belanda tiga kali (1981–82, 1982–83, 1984–85) dan Piala Belanda (KNVB-Cup) 3 kali (1982–83, 1985–86, 1986–87). Di musim 1986–87 dia memenangkan European Cup II (Cup Winners' Cup) bersama Ajax (Final: Ajax 1–0 Lokomotiv Leipzig). Namun pada musim 1987-1988 Riijkard terdepak oleh kepala pelatih baru Johan Cruijff karena mangkir latihan dan sejak itu ia disingkirkan dari line-up. Pada saat itu lah Sporting CP akhirnya meminangnya, namun Riijkard langsung dipinjam ke Real Zaragoza. Akan tetapi belum setahun bermain bersama Zaragoza, Riijkard langsung dipinang Milan.
Di Milan, Riijkard seperti terlahir kembali, ia bermain selama lima musim disana dengan di bimbing oleh Arrigo Sacchi sebagai pelatih Milan saat itu. Di Milan, Rijkard diberi posisi baru oleh Sacchi yaitu sebagai holding midfielder. Dan hasilnya, Rijkard memenangkan European Cup (1989 dan 1990) dan Serie-A pada tahun-tahun itu pula. Bersama Marco Van Basten dan Ruud Gullit, Rijkard menjadikan Milan tim terkuat di Eropa dan dengan mereka bertiga (Van Basten, Gullit dan Rijkard) Milan menjadi identik dengan legenda Trio Belanda.
Subscribe


0 komentar:
Posting Komentar