Apakah kedatangan Ibrahimovic dan Robinho akan membuat milan menjadi superior? Banyak pengamat yang mengatakan Milan akan memliki lini depan yang tangguh musim ini dengan kedatangan mereka, tapi menurut saya semua itu tidak sepenuhnya benar. Pergerakan Milan di bursa transfer tahap awal ini terbilang mengejutkan. Awalnya Milan hanya membeli pemain-pemain yang dibilang "kelas dua" dan hal itu membuat milanisti kesal dengan para petinggi Milan. Tapi hal itu berubah setelah Milan mendatangkan Ibra dan Robinho.
Menurut saya Milan lebih baik di tahun ini karena mereka melakukan peremajaan di skuad mereka, bukan sepenuhnya karena Ibrahimovic dan Robinho. Antusiasme akan kedatangan mereka memang luar biasa, tapi pertanyaannya, apakah mereka bisa menyatu dengan gaya permainan milan??
Kita analisa pertanyaan diatas. Mulai dari Ibrahimovic, tak dipungkiri pemain ini sangat sukses di Italia bersama Juventus dan Inter Milan, tapi apakah gaya Juve dan Inter sama dengan Milan? Lihat pemain-pemain yang sukses bersama Milan, mereka semua adalah maestro yang bisa memainkan bola di lapangan tapi juga memberikan bola kepada teman dan percaya, seperti Seedorf, Pirlo, Kaka dan Shevchenko. Kekompakan adalah nomor satu di Milan sesudah itu baru skill, Juve dan Inter jelas bukan Milan. Menurut saya Juve dan Inter jauh dari kata "bermain cantik". Setelah dari Inter Ibra ke Barcelona, tim yang saat ini mempunyai kekompakan bermain melebihi Milan dan selalu bermain cantik dari kaki ke kaki khas Spanyol. Dan bagaimana nasib Ibra disana? Hanya satu tahun ia bermain di klub Catalan tersebut sebelum akhirnya tahun ini pindah ke Milan.
Lalu Robinho. Menurut saya Robinho akan lebih nyetel di Milan ketimbang Ibrahimovic. Robinho adalah pemain spesial yang bisa bermain baik saat lingkungan di sekitar klub membuat ia senang. Binho bisa bermain hebat di Milan karena faktor Brzilian Player. Di Milan ada Thiago Silva, Pato dan Ronaldinho yang bisa membuatnya cepat beradaptasi. Tidak seperti Manchaster City klub lamanya yang cenderung kaku, Milan adalah klub yang memiliki rasa persaudaraan yang erat. Tapi pertanyaannya, mampukah Robinho beradaptasi dengan cepat? Italia bukan lah liga yang mudah. Kita liat bagaimana Gourchuff di lepas Milan karena dianggap tidak nyetel ke Bordeaux dan selepas dari itu Gourchuff menjadi bintang disana, padahal pada saat itu Gorchuff di gadang-gadang sebagai pengganti Kaka'. Tekhnik tinggi bukan jaminan berada di Milan, tapi pemain yang memiliki visi bermainlah yang mampu bersinar. Apakah Robinho dan Ibrahimovic bisa menjadi bintang? Kita lihat saja, yang jelas kedua pemain di atas bukan jaminan Milan akan merebut semua gelar.
Melihat ulasan di atas, sudah jelas, Ibra dan Binho harus segera melepas fikiran mereka bahwa mereka bintang yang bisa mempersembahkan gelar dengan mudah. Lihat saja hasil di matchday kedua Serie-A, Milan di cukur tim promosi Cessena 2-0 meskipun ada Ibra disana. Mereka berdua harus bermain kolektif bila ingin sukses di Milan. Memang butuh waktu untuk itu, tapi bila Ibra dan Binho tak bisa menyatu dengan gaya Milan, bukan tidak mungkin transfer kedua pemain itu akan menjadi sia-sia.
Subscribe


0 komentar:
Posting Komentar